Minggu, 13 Maret 2016

DERITANYA "BERUJUNG NIKMAT "SELEKSI ADMINISTRASI LPDP


Semenjak lulus tepatnya 29 Maret 2015, keinginan untuk bersegera melanjutkan S2 semakin menggebu-gebu. Mencari beasiswa adalah jalan satu-satunya agar saya tetap bisa berkuliah ke jenjang magister. Beasiswa yang sedang booming dan digandrungi saat ini adalah beasiswa LPDP.  Beasiswa ini  tidak diragukan lagi dari segi pembiayaan pendidikan  dan biaya hidup penerima beasiswa, saking banyaknya tunjangan yang diberikan kepada awardee “sebutan untuk penerima beasiswanya” tak terhitung plus-plusnya hingga akhirnya peminatnya semakin melimpah ruah!

Mendapatkan beasiswa tidak seperti membalikan telapak tangan, itu artinya tidak mudah. Oke mulailah saya menjadi pejuang beasiswa. Disela-sela menunggu wisuda saya  mempersiapkan semuanya, mulai dari pendaftaran akun LPDP, mengisi riwayat hidup, identitas diri ,pendidikan   dan riwayat organisasi yang pernah diikuti. Saran saya untuk yang mau ngisi hal-hal tersebut, bisa mempersiapkan semua serifikatnya agar mudah saat entri datanya. Setelah itu melengkapi syarat-syarat yang harus di upload! Banyak sekali syarat yang harus diupload, ada ijazah, transkrip nilai S1, surat keterangan sehat, surat keterangan bebas narkoba dan surat-surat lainnya , tak lupa tiga essai yang masing masing maksimal 500-700 kata, essay rencana studi, kontribusi untuk Indonesia dan sukses terbesar “semua essai harus asli buatan sendiri agar nanti pas seleksi wawancara tidak kaku” dan yang terakhir adalah Toefl.

Seleksi Batch 2 tahun 2015

Seleksi batch dua ini saya  coba daftar dan memaksakan diri untuk mengupload beberapa dokumen seperti yang saya ceritakan di paragraf sebelumnya. Semua serba tergesa-gesa, saya upload sembarangan dan memilih beasiswa pendidikan Indonesia “reguler”. Beasiswa pendidikan Indonesia adalah nama beasiswanya dan LPDP adalah nama lembaganya, tetapi karena banyak yang menyebutkan beasiswa LPDP akhirnya yang jauh dikenal adalah beasiswa LPDP. Bingung ya? Nah , begini ceritanya, LPDP itu dulu hanya ada jalur reguler yang syarat Toeflnya minimal 500 untuk dalam negeri dan minimal 550 untuk luar negeri. Saya memaksakan mengambil jalur reguler pada saat itu, padahal jelas-jelas toefl saya tidak sampai segitu, apalagi toefl yang diwajibkan adalah toefl ITP bukan toefl dari kampus “dikampus saya Universitas Negeri Surabaya namanya Tes Of English Proficiency atau TEP”. “ini adalah kenekatan pertama memaksakan diri mengupload sertifikat Toefl diganti  TEP ”.
Semua sudah terupload dan tanpa pikir panjang saya  submit. Hari pengumumanpun tiba, saya dan Meysa “teman yang ikut daftar juga,  pakai toefl kampus hanya saja toefl TEP dia diatas 500, sedangkan Saya, hah menyedihkan pokoknya! Alhasil saya harus menanggung kekecewaan, saya gagal di seleksi administrasi, haduh runtuhlah benteng hati hayati “eh maksudnya saya”. Oke ini adalah kegagalan awal di seleksi batch 2 tahun 2015. Sedangkan Meysa harus melenggang ke seleksi substansi , selamat untuk Meysa.

Seleksi batch 3 tahun 2015

Setelah saya gagal di seleksi pertama, saya kembali lagi menata beberapa tumpukan semangat yang sebelumnya runtuh dan porak poranda. Di batch ketiga tahun 2015  saya coba daftar lagi. Melalui jalur khusus bernama jalur afirmasi. Jadi kalau sebelumnya jalur reguler yang toeflnya minimal 500, sedangkan kalau afirmasi ini, sangat manusiawi sekali untuk saya, dengan toefl yang minimalnya hanya 400 TOEFL ITP.  Namun tentunya syarat yang tak kalah berat  adalah minimal IPK  3.50,  dan syukurlah saya memiliki IPK diatas itu jadi saya bisa daftar. Berasa angin segar di oase.

 Memang ada plus minusnya antara reguler dan afirmasi, karena direguler IPK cukup 3.00 tapi Toefl 500. Kalau kalian IPK tidak sampai 3.50, alhasil kalian hanya bisa daftar yang regular, sedangkan kalau kalian berasal dari daerah 3T , alumni Bidik Misi atau Prestasi, ber IPK diatas 3.50 sudah dipastikan kalian tertolong dengan hanya ITP 400 saja sudah bisa melenggang . Saya yang notebene alumni Bidik Misi dan Ber IPK 3.72 akhirnya bisa melenggang untuk daftar.

 Saya coba untuk upload ulang lagi dokumen-dokumen, diperbaiki semua, essai, dan upload beberapa syarat khusus yang hanya ada di Afirmasi. Ada penambahan slip gaji orang tua, rekening listrik dan lainnya yang hampir sama merujuk pada beasiswa Bidik Misi  saat saya S1 dulu. Lagi-lagi saya masih mencoba-coba ditahap seleksi ini. Saya terlalu tergesa-gesa dan tidak mempersiapkan matang-matang. Salah satunya adalah ketika saya memutuskan untuk tetap mengupload toefl TEP saya, yang jelas-jelas diperiode sebelumnya saya gagal.

Namun  saya berpedoman pada Meysa, salah satu teman saya yang bisa lolos administrasi dan menjadi awardee dengan Toefl  kampus yang lebih dari 500 itu. Mungkin pertimbanganya saat itu dia dibolehkan karena skornya juga tinggi. Sedangkan saya jelas-jelas minimal 500 kok ya Toefl 403 berani-beraninya upload, itu sama saja bunuh diri! Karena dasar itulah saya coba-coba lagi,yeay! Kan afirmasi toeflnya minimal 400, lha toefl kampusku ini kan 400 lebih dikit, semoga aja toefl kampus ini bisa ya! Akhirnya saya submit dan eng ing eng pas dihari pengumuman aku menanggung kekecewaan untuk kedua kalinya! Sekali lagi ini adalah pengalaman buruk yang dilakukan melalui jalur coba-coba dan menghalalkan segala cara, hasilnya juga bisa ditebak akhirnya lagi-lagi di periode ketiga gagal dan gagal lagi.

ITP oh ITP……

Setelah gagal dua kali, semangat saya mulai kendor, saya mulai lagi dengan aktifitas-aktifitas saya biasanya, mengajar, ngelesi dan aktifitas lainnya seperti berjualan online ini adalah cara saya untuk melupakan kekecewaan. Melupakan sejenak hingar bingar pengejaran beasiswa, dan fokus menata takdir lain yang mungkin lebih baik  untuk saya. Hingga disela-sela kesibukkan itu saya buka-buka social media, saat itu saya membuka Instagram. Betapa rasa iri saya sejenak timbul ketika ada postingan dari Meysa yang sedang mengikuti Pelatihan Bahasa di ITB, program yang dicanangkan oleh LPDP. Hati kembali bergetar, rasanya sungguh menyesal mengapa saya melihat foto itu. Sesalan ini bukan berarti saya benci atau tidak suka dengan keberhasilan teman saya. Namun kenapa saya tidak bisa, kenapa saya dulu tidak bersungguh-sungguh. Itu yang terbersit dari benak saya.  Penyesalan hanyalah penyesalan, apa yang saya tuai sekarang, memang karena saya terlalu meremehkan, syukuri saja. Namun saya tidak mau berhenti dalam keterpurukan, sayaharus memperbaiki dan mempersiapkan dengan matang.

Debbing dan Izha yang juga lolos LPDP, sudah akan mendapatkan jadwal Pelatihan Bahasa, kembali lagi saya akan ditinggal pula oleh kedua sahabat saya ini. Namun saya manfaatkan sebelum mereka berangkat. Beberapa kali menjelang mereka berangkat PB, saya rajin berlatih bahasa Inggris entah belajar mandiri atau belajar bersama mereka, dalam sebuah percakapanpun dikala sambil menyeruput kuah mie ayam bakso di ujung jalan raya gang 7. Tersampaikanlah petuah-petuah dari Izha yang menyampaikan untuk mengikuti tes ITP. Saat itu kami bertiga dengan Mba Ilma salah satu kakak kelas yang juga ingin mengejar LPDP. Mendapatkan Toefl ITP minimal 400 adalah salah satu kesepakatan hati saya untuk mengejar mimpi saya meraih beasiswa LPDP ini.

          Selama persiapan itu, saya tidak mau gagal lagi, dan saya harus mendapatkan Toefl ITP mimimal 400 .  itu adalah tekad saya. Saya tidak mau main-main lagi dan coba-coba seperti periode sebelumnya. Dalam mempersiapkan itu semua, saya harus merelakan periode empat. Karena memang saya belum memiliki sertifikat Toefl ITP, saya tidak mau lagi coba-coba yang ujung-ujungnya nanti akan menelan kekecewaan! Saya mulai menyusun strategi, untuk membeli beberapa buku  persiapan toefl di jalan semarang, saya ingat saat saya  harus ke pasar Blauran sendiri,dan untuk  pertama kalinya, dicuaca Surabaya yang sangat panas sekali. Menuju kampung Ilmu yang menyediakan berbagai buku, meskipun sempat tersesat namun akhirnya saya menemukan tempat itu. Beberapa buku Toefl dan TPA sudah saya beli, sebagai amunisi saya menjelang Tes ITP.

Suka duka, belajar mandiri materi Toefl benar-benar menjadikan pembelajaran hidup, saya yang notabene kurang suka dengan bahasa inggris, sangat terbebani sekali dengan keadaan ini. Apalagi setelah ditinggalkan oleh Debbing dan Izha yang mengikuti program pelatihan bahasa di UNPAD dan UNY saya harus benar-benar berjuang sendiri. Hingga akhirnya tibalah tes pertama yang akan dilaksanakan pada pertengahan bulan November. Saya mengikuti tes tersebut dengan seluruh tekad bulat, meskipun tetap tidak ada rasa siap. Dua minggu selanjutnya saya ambil tes tersebut dan betapa sedihnya saat itu, skorku masih di bawah 400,saya hanya mendapatkan 387, ya Allah cobaan datang lagi. Akhirnya aku putuskan untuk mendaftar lagi dihari itu dan tes di Bulan Desember. Sedangkan deadline penutupan periode satu tahun 2016 adalah tanggal 20 Januari. Tes dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2016 dan sertifikat baru bisa diambil dua minggu setelah tes. Saya tes dengan Vina yang tanpa sengaja ketemu dan Dhika mereka juga akan apply LPDP tetapi belum mendapatkan skor ITP yang pas. Tibalah saat saya mengambil hasil Toefl ITP, rasanya sudah tidak karu-karuan, apalagi setelah Dhika mengambil dan mendapatkan skor 400 lebih, makin deg degan. Apapun yang terjadi ini adalah jalan Allah yang diberikan untuk saya, kalaupun saya tidak mencapai batas minimal berarti itu adalah scenario yang terbaik untuk saya. Akhirnya…….. Alhamdulilah akhirnya mendapatkan skor press 407, syukur alhamdulilah, meskipun sangat rendah,minimal sudah bisa buat daftar dan apply beasiswa LPDP.

Periode 1 Tahun 2016

Yeay… akhirnya satu momok terselesaikan, dan mulailah perjuangan. Saatnya mengumpulkan dokumen dan memperbaiki semuanya. Di periode ini benar-benar semuanya saya cek dan teliti dengan baik. Dokumen-dokumen yang lumayan banyak, saya perbarui essai dan saya ganti beberapa dokumen yang sudah ekspired. Salah satunya yang cukup menantang adalah tes bebas narkoba, seumur-umur saya baru pertama kali tes tersebut dan ditengah-tengah waktu pelatihan “perumusan soal unas” saya agak nakal, saya memutuskan untuk ke Rumah Sakit Bakti Dharma Husada, yang kebetulan tidak ada 30 menit dari sekolah dimana saya ngajar, didaerah citraland. Semua sudah terupload, bukan berarti langsung saya submit, karena kalau telanjur submit bahaya, karena tidak bisa kita edit dan rubah lagi. Kali ini benar-benar saya teliti, saya ulangi satu persatu, saya baca lagi essainya dan saya cek sampai benar-benar yakin. Ketika sudah yakin akhirnya pada tanggal 14 Januari 2016, tepat kurang enam hari lagi menjelang penutupan saya submit dan bismillahirohmanirohim. Apapun itu saya kembalikan lagi ke Allah SWT. Apapun hasilnya pasti terbaik untuk saya.

Masa menunggunya sekitar dua mingguan karena pada tanggal 2 Februari akan diumumkan hasil seleksi administrasi. Tiba di hari pengumuman saya sudah tidak karuan, dari pagi sudah dilanda rasa yang berjuta-juta goncanganya melebihi apapun. Hanya bunyi-bunyian chatting WhatssApp dari Dhika, isinya hanya sebatas hiburan sembari berkeluh kesah karena deg degan. Pagi hingga siang tak kunjung ada email, hingga sorepun tidak ada email, sampai magrib pun tidak ada email. Rasa deg degan sudah mulai hilang dan hanya ada rasa pasrah, sembari makan malam dan obrolan-obrolan ringan bersama teman kerja, posisi sudah pukul 21.00 namun tak kunjung ada kabar pengumuman administrasi. Saat pulang dan sampai kost, layar ponsel menyala dan langsung saya cek, ada  email masuk dan seketika seluruh badan bergetar sembari membuka file yang cukup besar, saya download dan akhirnya saya buka  scroll ke nama-namaku dan ALHAMDULILAH ya ALLAH ini kuasamu, ada namaku disana, akhhirnya bisa lolos administrasi.

Dari pengalamanku ini bahwa benar adanya kalau Allah selalu bersama orang yang bersungguh-sungguh, kalau kita tidak sunguh-sungguh dan asal-asalan ya nasibnya seperti dua periode sebelumnya, gagal dan gagal. Namun kalau kita sungguh-sungguh Allah tidak akan menyianyiakan usaha kita, Allah selalu sayang dengan apa yang kita lakukan secara maksimal. Ini adalah cerita perjuangan menuju administrasi LPDP, berikutnya akan ada cerita tentang pengalaman Tes substansi yang berisi tes LGD, Essai dan Wawancara yang tidak kalah seru dan penuh perjuangan. Semoga sukses untuk kalian ya. Jangan lupa ditunggu komentarnya.