Sabtu, 14 Mei 2016

Sudut Ciputat Jakarta

Aku berusaha untuk membenamkan semua kebahagiaan semu ini, ditengah-tengah program pengayaan Bahasa di Uin Jakarta. Mengapa kukatakan semu? Karena kebahagiaan itu tidak abadi,kebahagiaan ibarat suatu perjalanan, yang mungkin sedang kulewati sekarang ini. Sebuah perjalanan membahagiakan dari apa yang sudah kudapatkan melalui kucuran keringat yang tak sedikit tumpahnya. Beasiswa LPDP adalah pelitaku selanjutnya setelah terdahulu  Beasiswa Bidik Misi menjadi pahlawan dan menyelamatkanku untuk studi lanjut di S1.

 Aku entah akan berkata apa ketika suatu hari akan  membeberkan semua kebahagiaan yang telah kudapatkan. Kubeberkan bukan berarti memamerkan, mungkin bagi setiap orang cara pandangnya berbeda-beda.  Namun harapan dan impian yang sudah capai ini kelak wajib kuceritakan kepada saudara-saudaraku yang membutuhkan.Impian adalah sebuah harapan yang membuat seseorang tetap hidup dengan semangat.

 Harapan itu selalu tumbuh dengan cinta Tuhan. Tuhan menjanjikan siapapun hambanya yang berjuang dengan sungguh-sungguh , maka iringan doa tersebut akan didengar olehNya ,  dan lambat laun Tuhan akan bosan dengan doa kita, sehingga tidak ada keputusan lain yang diberikan Tuhan selain mengabulkan keinginan kita.


Disudut Ciputat disela-sela gencarnya belajar bahasa International, ditemani lagu Michael Buble “Home” aku coba menyepakati apa kata Miss Yeni, menulislah apapun itu, karena tulisan adalah karya, dan hingga detik ini aku coba untuk kembali merangkai kata-kata ini. Rangkaian kata-kata yang bisa saja tanpa arti bagi sebagian orang. Namun dalam posisiku sekarang ini, tulisan ini menjadi penting karena disinilah sesungguhnya duniaku, menulis dan menulis. Menulis adalah salah satu cara mengingat kenangan sebab  tulisan tak  lekang oleh waktu yang menjadikan semua lebih bermakna. Karena tulisan adalah cara manusia menyampaikan suatu makna ketika jiwa raganya tak lagi ada didunia.  Salam dari sudut kota Jakarta!