Aku berusaha untuk membenamkan semua kebahagiaan semu ini,
ditengah-tengah program pengayaan Bahasa di Uin Jakarta. Mengapa kukatakan
semu? Karena kebahagiaan itu tidak abadi,kebahagiaan ibarat suatu perjalanan,
yang mungkin sedang kulewati sekarang ini. Sebuah perjalanan membahagiakan dari
apa yang sudah kudapatkan melalui kucuran keringat yang tak sedikit tumpahnya.
Beasiswa LPDP adalah pelitaku selanjutnya setelah terdahulu Beasiswa Bidik Misi menjadi pahlawan dan
menyelamatkanku untuk studi lanjut di S1.
Aku entah akan
berkata apa ketika suatu hari akan membeberkan semua kebahagiaan yang telah
kudapatkan. Kubeberkan bukan berarti memamerkan, mungkin bagi setiap orang cara
pandangnya berbeda-beda. Namun harapan
dan impian yang sudah capai ini kelak wajib kuceritakan kepada
saudara-saudaraku yang membutuhkan.Impian adalah sebuah harapan yang membuat
seseorang tetap hidup dengan semangat.
Harapan itu selalu
tumbuh dengan cinta Tuhan. Tuhan menjanjikan siapapun hambanya yang berjuang
dengan sungguh-sungguh , maka iringan doa tersebut akan didengar olehNya , dan
lambat laun Tuhan akan bosan dengan doa kita, sehingga tidak ada keputusan lain
yang diberikan Tuhan selain mengabulkan keinginan kita.
Disudut Ciputat disela-sela gencarnya belajar bahasa
International, ditemani lagu Michael Buble “Home” aku coba menyepakati apa kata
Miss Yeni, menulislah apapun itu, karena tulisan adalah karya, dan hingga detik
ini aku coba untuk kembali merangkai kata-kata ini. Rangkaian kata-kata yang
bisa saja tanpa arti bagi sebagian orang. Namun dalam posisiku sekarang ini,
tulisan ini menjadi penting karena disinilah sesungguhnya duniaku, menulis dan
menulis. Menulis adalah salah satu cara mengingat kenangan sebab tulisan tak lekang oleh waktu yang menjadikan semua lebih
bermakna. Karena tulisan adalah cara manusia menyampaikan suatu makna ketika
jiwa raganya tak lagi ada didunia. Salam
dari sudut kota Jakarta!