Senin, 29 Februari 2016

Berburu Waktu

Membiasakan diri dengan menulis dan mengakrabkan diri dengan menulis, selagi memang ada waktu senggang disela-sela menikmati lagu-lagu dari Seventeen. Siang-siang ini tepat tanggal 1Maret 2016. Ada beberapa kejadian yang sebenarnya tidak pantas untuk saya ceritakan, tetapi ada rasa ingin mengabadikan melalui tulisan agar tak hilang menguap begitu saja. Kejadian yang takkan saya lupakan  disela-sela perjuangan saya mengikuti beasiswa dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia yaitu LPDP. Versi secara keseluruhan dari awal perjuangan yaitu tahun 2015 hingga kini saat saya sedang genting-gentingnya menunggu pengumuman seleksi substansi. Pastinya saya tidak akan menceritakan sekarang  sebelum saya takdirkan untuk lolos sampai tahap Persiapan Pemberangkatan.
Oke begini ceritanya, awalnya saya menganggap sepele soal perijinan untuk keluar dari sekolah karena saya akan mengikuti seleksi substansi salah satu beasiswa bergengsi tahun ini. Saya terbilang Guru yang nyentrik, cuek dengan sekitar dan cenderung mengikuti alur yang memang sesuai hati dan keinginan saya. Sebagai seorang Guru saya hanya melakukan kegiatan yang biasa-biasa saja. Membiasakan murid-murid saya untuk membaca, menulis berbicara dan menyimak, karena memang itu tugas pokok Saya, oh iya satu lagu, yaitu menghukum siswa yang malas. Karena saya benci siswa yang malas. Itu tentang saya, sedngkan berikutnya Saya ceritakan pula  bahwa sekolah saya ini sangat special sekali, bahkan  berganti guru dalam hitungan hari, karena saking spesialnya kadang ada beberapa hal yang tidak dapat saya nalar! Pastinya sahabat sudah tahu bahwa makna special disini adalah  makna yang tidak sebenarnya.
Singkat ceritanya pada tanggal 24-25 Februari 2016 ini saya akan mengikuti seleksi LPDP, saya sudah mempersiapkan semuanya dari Lgd, Essay On The Spot Dan Persiapan Study Plan.  Saya tidak teliti bahwa dihari yang sama ada jadwal ujian praktik Bahasa Indonesia yaitu pidato. Alhasil karena  kebetulan jadwal seleksinya pukul 13.00 siang, jadi saya masih ada kesempatan untuk kesekolah dulu menguji uprak dan selanjutnya pukul  10.00 an saya bisa ijin. Itu adalah cara simple saya yang pertama.  Okay semua berjalan lancar, namun cara saya itu tidak direstui oleh sang Maha Skenario. Saya baru sadar bahwa ternyata kelas IX A saja yang jadwalnya pagi dari pukul 07.30- 09.30. sedangkan kelas IX B Jadwalnya pukul 13.00-14.30. Saya akhirnya kalang kabut, kebingungan setangah mati,  Saya mau ijin tapi takut  “karena kalau ijin pasti ditanyai, kan bapak ada nguji uprak?” saya mau jawab apa??
Kepanikan terjadi dan saya beranikan diri untuk mengambil kitir “benda berharga sejenis  kertas kecil yang sacral banget  khusus buat ijin-ijin keluar masuk sekolah”, jadi gini sahabat, disekolah yang saya ajar ini Guru dengan  Murid tidak ada bedanya, semuanya wajib mematuhi aturan sekolah, ya memang benar sih semua harus sesuai aturan. Tetapi kadang-kadang terlalu kelewatan huhh. Oke lupakan ya nanti panjang kalau saya ceritakn,  yang penting kitir sudah ditangan dan akhirnya saya menghampiri sang Kepala Sekolah yang sedang membariskan murid-muridnya untuk mengikuti uprak biologi. Pasang wajah memelas dan saya hampiri kepsek dan berkata “Bu saya mau ijin keluar”. Namun jawabanya tidak sesuai harapan,  “nanti saja ya Pak saya lagi Uprak”. Rontok semua tulang-tulang mendengar jawaban itu. Hayati sudah capek-capek acting pasang muka memelas! Lol :3
Saya sudah bingung kepalang tanggung, apalagi teman saya sudah Miss Call Hp saya berkali-kali dan Ia sudah menunggu saya di depan sekolah. Akhirnya tok tok tok tok, suara ketokan pintu Pak Satpam dan sembari berkata , “Pak Allan ada temanya menunggu di depan” oke fix tanpa pikir panjang saya jawab, oke Pak terimakasih.  Tas sudah saya gendong dan jaket sudah saya kenakan. Masalahnya adalah kitir yang  jadi kunci untuk bisa ijin belum ditandatangani kepsek, oh man, akhirnya setan masuk kea lam bawah sadar saya dan membisikan kata kata, yang akhrinya saya nekad saya tanda tangani sendiri dah  huh. “ ini jangan ditiru ya? The power of kefefet” ini adalah kali pertama saya, sungguh berdebar-debar rasanya.
Oke fix akhirnya saya berangkat sambil lari-larian, takut dikejar satpam, dan amanlah saya menuju ke Gedung Keuangan Negara untuk mengikuti seleksi Substansi LPDP. Alhamdulilah, akhirnya bisa melewati serangkaian seleksi dihari pertama “full version mungkin akan saya tulis ya mengenai perjalanan meraih beasiswa LPDP setelah tanggal 10 Maret tentunya”.
Sepulang dari tes dihari pertama, saya sempatkan membaca beberapa pesan Line yang  memang seharian sengaja saya abaikan agar tidak merusak mood saya. Dan dipesan itu tertulis yang menyatakan bahwa saya “Kabur dari sekolah dan tidak bertanggung jawab”. Tetapi lagi-lagi saya sangat mencintai murid saya, mereka membela saya mati-matian, padahal memang itu saya yang salah.  Melalui hal itulah  saya sadar bahwa murid-murid saya  sangat peduli bahkan mereka sampai melawan Kepala Sekolah dan beberapa Guru lainya.  
Melalui kejadian itu bisa diambil kesimpulan bahwa kita sebagai manusia hanya bisa berencana, lantas eksekusinya tetap hak Nya yang berhak membolak balikan skenario. Melalui kejadian itulah sang Maha membolak balikan hati memperlihatkan rasa kasih sayang murid saya yang tampak nyata sampai dan mengena dihati saya!

Ini nih jadwal seleksi LPDP tahun ini. Saya ambil dari lpdp.depkeu,go.id Simpan baik-baik ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar