Yah……. itung-itung sebagai ajang meluapkan isi hati yang perlahan tak tertampung meluberi dinding demi dinding hari! Sebuah alasan klasik bukan karena disibukkan oleh ruitinitas melainkan setelah sekian lama kepincangan melanda saya. Jadi saya putuskan untuk menulis. Saya ingat tulisan murid saya yang bernama Yancen Ong, kalau buat sapaan jangan yang mainstream, pasaran , basi atau kedaluarsa! Makanya saya akan mulai sapaan saya dengan, sebuah pertanyaan. Mengapa dengan sebuah pertanyaan? Iya, karena Blogg ini pasti akan dibaca oleh sebagian murid saya yang "makin rajin", pertanyaan ke 1. Apakah kalian menyerah mengikuti pelajaran saya? 2. Apakah saya terlalu membinasakan kalian? dan yang terakhir 3.Apakah kalian menginginkan Guru yang tidak pernah memberi tugas, membiarkan kalian begitu saja dan tiba-tiba kalian dapat nilai sempurna? Silakan renungkan!
Oke segera berganti topik ya, pertanyaan yang saya utarakan tadi hanyalah sapaan semata, tidak ada maksud mengintimidasi kepada pihak tertentu, kecuali kalau memang terasa diintimidasi, itu salah hati anda dan segera dirujuk ke RS Menur sebelum terlambat! lets cekidot. Terhitung semenjak semester lima yang membelenggu saya, aktifitas blogging saya mandek total, iya……. mandek total, khususnya yang pernah kuliah pasti taulah apa penderitaan menjelang detik-detik kelulusan! (bukan pembelaan lho ya) Ingat tidak? Wahai kau para pejuang skripsi? Hingga ada quotes Tuhan Bersama Mahasiswa Tingkat Akhir! haha sorry bung, mengingatkan kalian yang mungkin sampai detik ini masih menjalani aktifitas yang membuat umur kalian 5 tahun terlihat lebih tua “akibat stress revisian”. Ampuni saya ya kawan! Selamat berjuang demi gordon vampir dan topi toga!
Oke segera berganti topik ya, pertanyaan yang saya utarakan tadi hanyalah sapaan semata, tidak ada maksud mengintimidasi kepada pihak tertentu, kecuali kalau memang terasa diintimidasi, itu salah hati anda dan segera dirujuk ke RS Menur sebelum terlambat! lets cekidot. Terhitung semenjak semester lima yang membelenggu saya, aktifitas blogging saya mandek total, iya……. mandek total, khususnya yang pernah kuliah pasti taulah apa penderitaan menjelang detik-detik kelulusan! (bukan pembelaan lho ya) Ingat tidak? Wahai kau para pejuang skripsi? Hingga ada quotes Tuhan Bersama Mahasiswa Tingkat Akhir! haha sorry bung, mengingatkan kalian yang mungkin sampai detik ini masih menjalani aktifitas yang membuat umur kalian 5 tahun terlihat lebih tua “akibat stress revisian”. Ampuni saya ya kawan! Selamat berjuang demi gordon vampir dan topi toga!
Hmmm……. Tapi bagi saya kenangan itu merupakan eksperimen hidup yang tak lekang oleh waktu, pengalaman sekali seumur hidup yang dapat saya ceritakan untuk anak cucu kelak. Begini kurang lebih ceritanya. Dihadapkan dengan waktu 24 jam yang menurut saya sangat kurang apalagi belenggunya benar-benar melekat erat. Akhirnya saya benar-benar terjerat! Meski di sela sela sembilu saya bisa bernyanyi “Skripsi pasti berlalu”. lagu ini 100 % hanya untuk menyemangati saya ketika benar-benar buntu menghadiri . Tapi faktanya gak tambah semangat, tetapi tambah ketakutan dikejar-kejar deadline! Bagaimana tidak?? Oke sedikit mereview ya, lumayanlah buat ngisi waktu luang saya, meskipun koreksian UH satu sedang menanti-nanti untuk dijamah, meskipun tagihan soal-soal Ujian Sekolah nangkring ditelinga. Saya abaikan dan saya turuti keinginan Billy Anderson, sebagai pertanggungjawaban saya karena tempoh hari saya di landa nestapa yang mengakibatkan dua lubang hidung saya mampat dan tidak berjalan dengan baik karena mengganggu pernapasan saya (baca: tidak terlalu penting, intinya saya sakit flu atau pilek, kok yo cerito ngalor ngidul ) dia sosok laki-laki 11 IPA yang sedang mencari jati diri, ngomel sana-sini dan ternyata cerewetnya melebihi Mak Mi (baca: sebutan untuk seseorang yang melegenda di sekolah yang saya ajar)!
Oke saya lanjutkan lagi ya, lupakan soal Billy. Perjuangan skripsi saya mulai dari bulan September 2014 , hmm…. memang benar skripsi tidak ada senang-senangnya sama sekali! Hampir setiap hari dari magrib hingga pukul 03.00 pagi, bahkan lebih, layar laptop menjadi pemandangan yang mendadak saya pelototin sampai bosan. “mungkin yang bosan adalah laptopnya dengan saya”. Iya begitulah kira-kira!
Di balkon lantai 3 kampus nyekripsi, di perpustakaan nyekripsi, di joglo kampus nyekripsi, di Indomaret point gwalk nyekripsi, di gourmand nyerkripsi, di MCD nyekripsi, bahkan di kostan ehemmm juga nyekripsi, kalau bisa sambil poop juga nyekripsi, “Oh tidaaaak!!!!!”apalagi kalau dikamar sudah pasti start magrib sampai shubuh Nyekriiiiiiiiiiiiiipsiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. Sampai-sampai mendadak dongkol dan sensitif kalau ada yang tiba-tiba, saat lagi enak makan dikantin, ceritanya lagi referesing sejenak dari kesibukkan skripsi, eh kenapa mendadak terdengar ditelinga saya, ada yang memesan makanan ke Ibu kantin “ Buk pesan nasi goreng sama ayam Krispi ya buk” sontak Aaaapaaaa? Ayam Skripsi? Haduh baper lagi akhirnya. Parah banget pokoknya saat itu. Gak bisa bedain antara KRISPI dengan SKRIPSI. Ingat Lan Krispi Bukan Skripsi!. Benar-benar enggan mendengar tujuh huruf tersebut! Hmmm ini awal menjelang kegilaan saya! Iya ini benar-benar sindrome skripsi!
Hingga akhrinya singkat cerita penderitaan saya berakhir pada 29, Maret 2015 di DBL Arena, tempat wisuda yang yang sering digunakan untuk ajang basket, badminton bahkan konser pacar saya akhir-akhir ini yaitu Raisa. No protes ya mengenai kalimat terakhir!
Stop, bukan tempat wisudanya yang akan saya ceritakan, melainkan prosesinya yang sangat mengharu biru, Gordon hitam ala-ala vampir dan toga dengan tali yang menghalangi pandangan! Butuh proses panjang, ujung-ujungnya hanya mindahin tali toga! Gimana gak nyesek, 3,5tahun belajar S1, hanya untuk mindahi tali toga aja!!
Gelar S.Pd melekat pada saya akhirnya! Sarjana Penuh Derita, hehe. Stop bukan itu maksdunya, S.Pd adalah Sarjana Pendidikan. Keren ya? Haha, berlebihan kau Lan. Tidak-tidak, itu biasa saja. Hal yang keren adalah proses untuk mendapatkannya, tidak hanya air mata saja tetapi tenaga, dahaga dan cinta juga turut serta didalam prosesnya!
Di kepingan skenario berikutnya, gelar tersebutlah yang akhirnya memberikan kesempatan kepada saya untuk mengabdi didunia Pendidikan, dan menjadi Guru! Serius ini jadi Guru? Yakin ini jadi Guru? Rasanya baru saja kemarin sore dihukum lari lapangan! Iya bahkan ngos ngosannya masih kerasa sampai sekarang! Aslinya saya tidak terima dengan hukuman itu. Dengan berbagai argumen saya beralasan namun hasilnya nihil!
“Rambut saya itu kan kalau kena sinar matahari kelihatan coklat, kok dikira di cat! Masa saya protes dengan Ibu saya,kenapa ngelahirin saya berambut coklat! “
“Akhirnya saya harus mengakui peraturan pertama adalah guru tak pernah salah, peraturan kedua adalah jika guru salah maka kembali ke peraturan pertama” ini peraturan macam apa? Kenapa nenek moyang jaman dulu menyepakatinya ya? entahlah!
Tetapi peraturan tetaplah peraturan! Sekali melanggar ya,tamatlah riwayat kita. Meski begitu , ini saran saya sih ya!. Tidak harus selalu mengalah sebenarnya! Kalau memang kita benar dan kita punya alasan yang kuat, wajib kita perjuangin men! Guru itu bukan maha benar men, yang maha benar itu hanya Tuhan. Ingat pesan ini ya, tapi bukan berarti kalian-kalian terus tidak menghormatinya. Apapun yang terjadi, Guru juga manusia, (baca: bukan pembelaan), ketika Guru kalian salah, kalian juga berkewajiban untuk mengingatkanya dengan santun! Ibarat api dilawan air, kan haslinya padam dan adem tuh!
Bercerita tentang sosok Guru tak akan habisnya dan saya harus menerima kenyataan bahwa saya menjadi Guru! Ingat Lan “Kamu Guru”. Guru itu di Gugu Lan Ditiru artinya, dituruti dan di ikuti, bukan yang lain. Jadi perlu evaluasi diri agar tetap memberikan amunisi positif kepada murid-muridmu. Apapun yang kamu ajarkan nanti akan menjadi amalan sepanjang masa yang dipertanggungjawabkan kepada Tuhan “eh eh jadi jadi ingat kata-kata Guru yang melegenda di sekolah saya”!
Melalui itu juga saya belajar, belajar banyak hal yang mengantarkan saya menjadi pakar! Iya….. belajar menghadapi siswa-siswi saya yang nyinyir ketika diberi tugas! Menghadapi bullying yang menghujam tak kunjung padam, tetapi saya hanya diam penuh senyuman menawan! Belajar memaki dengan nurani, membanjiri mereka dengan kata-kata penuh intuisi , kepada siswa-siswi yang teledor dan menggampangkan tugas-tugas ini. Selamat menikmati masa-masa ini, meniti masa depan, rajut dengan teliti dan hadapi dengan hati-hati.
Selamat sore menjelang malam bapak allan maulana...
BalasHapusSaya ingin mengomentari anda...
Pertama-tama saya tidak memberikan anda hukuman untuk membuat blog ini, karena hukuman yang sesungguhnya adalah tidak memberikan murid tugas untuk membuat blog pada minggu ini.
Yang kedua anda mencantumkan nama saya di blog ini dan saya tidak terima,apalagi saya di samakan dengan ibu ratmi...
Yang ketiga saya akan melaporkan ini kepada bu ratmi karena telah membuat julukan "mak mi"
Sekian dari saya
Sebuah karya yang mengecewakan!
BalasHapusTerimakasih atas komentarnya yang direspon secara cepat.
BalasHapusPertama memang benar apa yang anda katakan. Tetapi saya secara sepihak menggantinya dengan saya yang menulis blog , agar merasakan apa yang kalian derita selama ini.
Yang bernama BILLY ANDERSON itu tidak hanya anda ya. Tolong wkwkwkwk
Saya juga tdk menyamakan anda dengan beliau, kalau anda merasa sama ya syukurlah, anda menyamai orang hebat.
Sekian dan terimakasih
Terimakasih kevin cs. Penilaian yang objektif
BalasHapusSaya sebagai muridnya bapak saya merasa kecewa karna blog anda lebih jelek dari pada murid anda sendiri yaitu yancen
BalasHapusTugas bahasa indonesia. Gaya penceritaan yang berbeda dan esensi penyampaian yang juga berbeda. Tidak masalah, Guru tidak harus selalu pintar dibanding muridnya! Terimakasih
BalasHapusTOLONG YAA ANDA BILANG MURID SAYA ANAK KELAS 11 IPA BERNAMA BILLY ANDERSON!!!
BalasHapusYANG SEDANG MENCARI JATI DIRI! APAKAH ANDA TIDAK MENGERTI APA YANG ANDA KATAKAN SENDIRI?
Wih Billy capslock!
BalasHapusWih Billy capslock!
BalasHapus